Jumat, 10 Agustus 2012

SKALA, MENGUKUR JARAK, MENENTUKAN TEMPAT PADA PETA DENGAN SISTEM KOORDINAT


1.     SKALA
Skala adalah perbandingan ukuran antara keadaan di peta dan keadaan di dalam medan.
Segala sesuatu yang ada di peta, adalah hal-hal yang juga ada di dalam medan, dengan menggunakan ukuran yang di perkecil menurut perbandingan tertentu. Perbandingan inilah yang di sebut Skala.



Cara Menentukan Skala Peta

1. Membandingkan dua jarak tempat di peta dengan jarak kedua tempat di lapangan

Contoh: Jarak antara Jakarta dan Bekasi di lapangan 20 km (2.000.000 cm). Di peta jarak keduanya 50 cm. Tentukan skala petanya!

Jawab: Skala peta tersebut = = 40.000 Sehingga skala petanya = 1 : 40.000. Membandingkan dengan peta lain yang luasnya sama dan telah diketahui skalanya.

Contoh:
- Ukur jarak 2 tempat yang diketahui dalam kedua peta itu. Peta I = jarak A – B = 20 cm
- Peta II = jarak A – B = 4 cm
- Pada peta I jarak A – B dilapangan: = 2 x 50.000 cm = 100.000 cm
- Pada peta I jarak AB x cm 20
x = 20x = 20 x cm = 200.000 cm = 10.000 cm Jadi skala peta I = 1 : 10.000

Dari penyelesaian contoh soal tersebut dapat dibuat kesimpulan rumusan sebagai berikut:

J1 = Jarak yang sudah diketahui skalanya
J2 = Jarak yang belum diketahui skalanya
P1 = Penyebut skala peta yang sudah diketahui
P2 = Penyebut skala peta yang dicari Bila data-data soal di atas dimasukkan ke rumus diperoleh: Jadi skala petanya = 1 : 10.000 2. Membandingkan kenampakan-kenampakan dalam peta yang sudah pasti ukurannya.
Pada peta Topografi (peta Kontur) di Indonesia berlaku

rumus: CI (Contour Interval) adalah selisih ketinggian antara dua garis kontur yang dinyatakan dalam meter. Contour Interval sering disebut jarak antara garis kontur. Garis Kontur yaitu garis-garis pada peta yang menghubungkan titik-titik yang memiliki ketinggian yang sama dari permukaan air laut. Perhitungan CI misalnya: Pada peta kontur Indonesia yang berskala 1 : 100.000, berapakah CI nya? Jawab: CI = x 100.000 = 50 meter Kembali ke contoh peta kontur yang belum ada skalanya! Contoh: Suatu peta kontur dengan Ci = 50 meter Berapakah skala peta tersebut! Jawab: Ci = 50 m 50 = x Penyebut skala Jadi penyebut skala = 100.000, ini berarti skala peta kontur tersebut 1 : 100.000 Apabila Anda ingin mengukur jarak pada peta baik lurus atau berbelok-belok, lakukanlah hal-hal berikut: a. Gunakan seutas benang yang agak besar (misal: benang kasur) b. Berilah tanda pada peta di bagian yang diukur. c. Ukurlah dengan benang yang sudah dipersiapkan. d. Tekuklah benang mengikuti jarak obyek yang diukur, seperti jalan yang berbelok,benang juga harus ikut dibelokkan. e. Jarak yang diukur pada peta misalnya 50 cm (antara kota A dengan kota B). f. Sesuaikan dengan skala garis misalnya skala yang ada 1 : 50.000, maka jarak antara kota A dan B dilapangan = 50 cm x 50.000 = 2.500.000 cm = 25 km



 2.      Cara mengukur jarak pada Peta :
Dalam mengukur jarak pada peta, untuk mengetahui jarak tersebut di dalam medan. maka dapat memakai cara-cara sebagai berikut :
a)    Mengukur jarak pada peta dengan memakai alat penggaris ( lineal ), kemudian hasil pengukuran tersebut dikalikan dengan skala dan peta itu.
b)    Mengukur jatak  pada  peta  dengan  memakai  secarik kertas  lalu mencocokan hasil pengukuran dengan skala Grafiek dari peta itu.
c) Mengukur jarak pada peta dengan memakai alat penggaris ( lineal ) dan menyamakan hasil pengukuran tersebut dengan skala angka dan huruf.
d)  Mengukur jarak pada peta dengan memakai alat pengukur jarak peta (Mapmeasure) kemudian mengalikan hasil pengukuran tersebut dengan skala dari peta itu.


1.     MENENTUKAN TEMPAT PADA PETA DENGAN SISTEM KOORDINAT
a.     KOORDINAT PETA
1)    Menurut system koordinat, bumi dibagi menjadi vak-vak persegi dengan ukuran 1 km.
Garis lurus Horisontal dan Vertikal yang menjadi tepi vak-vak tersebut dinamakan koordinat peta. Tiap-tiap garis koordinat diberi nomor 00-99 baik dan kiri maupun dari bawah ke atas.
2)    Maksud system ini ialah untuk memudahkan menentukan letak suatu tempat di peta dan mencegah kekeliruan / kesalahan dalam menyebutkan tempat tersebut di peta.











b.     Cara menentukan / mencari Koordinat
1)    Sistem 4 ( empat) angka :
Sebutkan angka / nomor koordinat vertical dan horizontal secara berurutan sebagai berikut :
-          Sebutkan angka / nomor koordinat vertical yang berada di kiri titik tersebut (KOKI)
-          Sebutkan angka / nomor koordinat horizontal yang berada di titik tersebut (KOBA).
Penyebutan angka/ nomor koordinat tidak boleh terbalik artinya harus vertical dulu baru horizontal.


1.     Koordinat Geografi
Sistem koordinat geografi digunakan untuk menunjukkan suatu titik di Bumi berdasarkan garis khayal, yaitu garis khayal lintang (latitude)dan garis khayal bujur (longitude).


gambar 1. rupa garis khayal pembagian garis lintang (latitude) dan garis bujur (longitude)



1. Garis lintang (North Latitude, South Latitude)
sumber wikipedia 
gambar Peta Bumi yang menunjukkan garis lintang yang pada proyeksi ini lurus horizontal, namun sebenarnya melingkar dengan radius yang berbeda-beda.

gambar Peta Bumi yang menunjukkan garis lintang yang pada proyeksi ini lurus horizontal, namun sebenarnya melingkar dengan radius yang berbeda-beda.


Dalam geografi, garis lintang adalah garis khayal yang digunakan untuk menentukan lokasi di Bumi terhadap gariskhatulistiwa (utara atau selatan). Posisi lintang merupakan penghitungan sudut dari 0° di khatulistiwa sampai ke +90° di kutub utara dan -90° di kutub selatan. Lintang di sebelah utara khatulistiwa diberi nama Lintang Utara (LU), lintang di sebelah selatan khatulistiwa diberi nama Lintang Selatan (LS). Lintang Utara dan Lintang Selatan menyatakan besarnya sudut antara posisi lintang dengan garis Khatulistiwa. Garis Khatulistiwa sendiri adalah lintang 0 derajat.
Pembagian
Setiap derajat (°) lintang dibagi menjadi 60 menit (‘) (satu menit lintang mendekati satu mil laut atau 1852meter, yang kemudian dibagi lagi menjadi 60 detik (“). Untuk keakurasian tinggi detik digunakan dengan pecahan desimal.
2. Garis bujur (East Longitude, West Longitude)
Sumber wikipedia

gambar 2. Peta Bumi, memperlihatkan garis-garis bujur, yang nampak melengkung dan vertikal pada proyeksi ini, namun sebenarnya garis-garis bujur tersebut merupakan setengah dari sebuah lingkaran besar bumi.
gambar tiap lokasi di bumi dapat dinyatakan dengan garis bujur (tegak) dalam satuan derajad (yaitu letak timur atau barat dari garis 0° Greenwich (kota London)

Garis Bujur menggambarkan lokasi sebuah tempat di timur atau barat Bumi dari sebuah garis utara-selatan yang disebut Meridian Utama. Longitude diberikan berdasarkan pengukuran sudut yang berkisar dari 0° di Meridian Utama ke +180° arah timur dan −180° arah barat. Tidak seperti lintang yang memiliki ekuator sebagai posisi awal alami, tidak ada posisi awal alami untuk bujur. Pada 1884, Konferensi Meridian Internasional mengadopsi meridian Greenwich sebagai Meridian utama universal atau titik nol bujur.
Garis bujur di sebelah barat Meridian diberi nama Bujur Barat (BB), demikian pula bujur di sebelah timur Meridian diberi nama Bujur Timur (BT). Bujur Barat dan Bujur Timur merupakan garis khayal yang menghubungkan titik Kutub Utara dengan Kutub Selatan bumi dan menyatakan besarnya sudut antara posisi bujur dengan garis Meridian. Garis Meridian sendiri adalah bujur 0 derajat.Garis lintang yaitu garis vertikal yang mengukur sudut antara suatu titik dengan garis katulistiwa. Titik di utara garis katulistiwa dinamakan Lintang Utara sedangkan titik di selatan katulistiwa dinamakan Lintang Selatan.
Garis bujur yaitu horizontal yang mengukur sudut antara suatu titik dengan titik nol di Bumi yaitu Greenwich diLondon Britania Raya yang merupakan titik bujur 0° atau 360° yang diterima secara internasional. Titik di barat bujur 0° dinamakan Bujur Barat sedangkan titik di timur 0° dinamakan Bujur Timur. Suatu titik di Bumi dapat dideskripsikan dengan menggabungkan kedua pengukuran tersebut.

Koordinat Geografi (Geographical Coordinate)
Sumbu yang digunakan adalah garis bujur yang tegak lurus terhadap khatulistiwa dan garis lintang yang sejajar dengan garis khatulistiwa, selanjutnya dihitung bujur dan lintangnya, dengan penulisan dddomm’ss” (derajat, menit, detik).
Cara penentuan Koordinat Geografis
1. Penghitungan untuk mendapatkan koordinat Peta
Contoh Ditanyakan  :     koordinat titik puncak 1814
Peta diterbitkan     :     BAKOSURTANAL
Skala Peta              :     1 : 25.000
a. Langkah penghitungan, tetapkan ;
* Garis bujur pertama sebelah kiri titik terbaca          : 107o 23’ 00” BT
* Garis bujur kedua sebelah kanan titik terbaca          : 107o 23’ 30” BT
* Garis lintang pertama sebelah atas titik terbaca       : 07o 08’ 00” LS
* Garis lintang kedua sebelah bawah titik terbaca       : 07o 08’ 30” LS

b. Hitung jarak ;
jarak a (jarak dari garis bujur pertama sebelah kiri titik terbaca ke titik puncak 1814)
26,5 mm (absis X)jarak b (jarak dari garis lintang pertama sebelah atas titik terbaca ke titik puncak 1814)
31,5 mm (absis Y)jarak c (jarak dari garis lintang pertama sebelah atas titik terbaca ke garis lintang kedua sebelah bawah titik terbaca)
37 mm (absis Y)

jarak d (jarak dari garis bujur pertama sebelah kiri titik terbaca ke garis bujur kedua sebelah kanan titik terbaca)
37 mm (absis X)
gambar 3. penghitungan jarak dari Garis Bujur Pertama Sebelah Kiri Titik Terbaca dan Garis Lintang Pertama sebelah atas titik tersebut terbaca.
dengan menggunakan penghitungan ;




maka ; 






sehingga didapatkan koordinat titik puncak 1814 adalah :
07o 08’ 13,1” LS
107o 23’ 21,5” BT

2. Penghitungan pengeplotan dari koordinat ke peta (penentuan titik plot di peta) contoh : diketahui koordinat
07o 08’ 25,8” LS
107o 22’ 47,8” BT
Langkah pengerjaan ;
1. Cari dan tetapkan di lembaran peta Garis bujur pertama sebelah kiri titik terbaca ; 107o 22’ 30” BT dan  Garis lintang pertama sebelah atas titik terbaca ; 07o 08’ 00” LS

2. Dengan menggunakan penghitungan ; 
e” = adalah 47,8” BT karena setiap masing-masing jarak garis lintang dan masing-masing jarak garis bujur mempunyai jarak per 30”, maka angka detik 47,8” harus dikurangi 30” terlebih dahulu, sehingga di dapat e” untuk BT-nya adalah 17,8” (47,8” – 30” = 17,8”).
f” = adalah 25,8” LS
maka ;
hasil penghitungan di atas, kemudian diplotkan ke lembaran peta yang telah ditentukan garis bujur pertama sebelah kiri ; 107o 22’ 30” BT yaitu dengan jarak 21,9 mm dan garis lintang pertama sebelah atas titik terbaca ; 07o 08’ 00” LS yaitu dengan jarak 31,8 mm, sehingga didapatkan posisi (koordinat 07o 08’ 25,8” LS ; 107o 22’ 47,8” BT) kita di peta.
gambar 4. pengeplotan ke peta pada jarak terhitung dari Garis Bujur Pertama Sebelah Kiri Titik Terbaca dan Garis Lintang Pertama sebelah atas titik terbaca. 


6 komentar:

  1. bingungnya di bagian mana mas eko? nanti coba saya coba bantu mas

    BalasHapus
  2. Mas..klo Latitude 03 00 LU dikurangi 05 00 LS, berapa hasilnya mas?

    BalasHapus
  3. WADUH MAAAAS....PRASETYO....? PIYE IKI KOK RUMIIIIT ?
    YG MUDAH RUMUS NYA LO MAS
    DARI LAMPUNG INI MAS..TOLONG BUATKAN RUMUS YG PENDEK MUDAH DIPAHAMI HE HE HE HE

    BalasHapus
  4. mas pras boleh saya mnt tolong ? kalau saya hanya punya gambar saja dan mau tau cara tau koordinatnya gimana yah? bisa dibalas ke email saya mas ? trims

    BalasHapus
  5. mas gimana caranya nentuin jarak antara titik a dan b mengunakan data longitude dan latitude

    BalasHapus